Online Intelligence dari Edelman dan Brandtology menemukan Intel secara umum paling sering dibincangkan, Kaskus dan Twitter adalah saluran tersibuk di Indonesia

Jakarta, 22 Oktober 2009 – Hari ini IndoPacific Edelman dan Brandtology mengumumkan hasil dari Asia Pacific Digital Brand Index (DBI) untuk Indonesia, yang bertujuan untuk menjadikan data kuantititatif dari 51 perusahaan teknologi terbesar di Indonesia menjadi informasi penting seputar merek-merek utama dan topik yang menghasilkan diskusi online. Dihasilkan setiap kuartal, DBI juga menjadi alat bagi pemasar untuk menganalisa efisiensi dan titik balik keuntungan dari investasi yang telah mereka tanamkan baik secara online maupun offline. Temuan untuk Indonesia dari bulan Juli hingga September 2009 adalah;

•    Intel (5.743 bahasan) dan AMD (4.971 bahasan) menghasilkan komentar dan menjadi bahan percakapan diantara netter dengan menjadi yang paling teratas dari seluruh total percakapan
•    Hampir 58.658 percapakan online yang berkenaan dengan 51 merek teknologi terbesar dalam 469 saluran dimonitor antara bulan Juli hingga September 2009
•    Forum Web (77,1%) adalah forum percakapan yang paling popular diikuti portal berita (9,65%); Kaskus adalah forum web yang paling popular
•    Twitter (8,95%), sebagai pendatang baru dalam dunia online secara mengejutkan menjadi saluran ketiga tersibuk mengungguli blog (2,7%) disebabkan oleh cepatnya adopsi twitter sebagai medium komunikasi
•    10 brand teknologi yang paling sering diperbincangkan di media social di Indonesia adalah Intel, AMD, Google, Asus, Nokia, Microsoft, Acer, Indosat, BlackBerry, dan Excelcomindo.

Nanda Ivens, Direktur Digital, IndoPasific Edelman, mengatakan; “Budaya bertukar opini, informasi dan pengetahuan telah menjadikan konsumen sebagai brand ambassador bagi perusahaan. Sementara pemasar menyadari bahwa semakin banyak konsumen mereka yang melakukan kegiatan online, tantangan mereka adalah untuk memahami sifat alamiah komunikasi dan bagaimana mengubah hal ini menjadi suatu pandangan dan bisnis yang menghasilkan. DBI membuat pemasar mengerti bagaimana konsumen berbicara tentang mereknya secara online, apa yang membuat mereka senang, dan bagaimana secara efisien menargetkan saluran yang popular, individu dan komunitas dengan muatan yang lebih bermakna”



Merubah Percakapan Menjadi Keberhasilan Bisnis
Para pemasar dapat menggunakan hasil DBI ini dalam beberapa hal. Hasil riset ini dapat menunjukkan hubungan langsung antara usaha pemasaran secara tradisional dan percakapan online, dan menentukan standard sampai taraf dimana percakapan online ini dapat mendorong hasil usaha pemasaran. Seperti contoh, apabila dilakukan dengan benar, merek dapat menghasilkan kenaikan drastis dalam percakapan dalam peluncuran produk utama, acara penting, maupun promosi – memberikan ROI yang lebih besar untuk usaha pemasaran. Dalam hal saluran komunikasi, DBI memberikan kemampuan bagi merek untuk mengidentifikasi dan menargetkan situs online paling efektif yang paling sering dikunjungi pelanggan mereka untuk mendapatkan informasi mengenai merek. Riset ini juga memberikan informasi penting akan komunitas atau kelompok mana yang sebelumnya sudah dibidik, oleh siapa, dan apa hasilnya. Hal ini memungkinkan pemasar dapat menjangkau pasar yang terfokus. Sebagai tambahan, riset ini dapat membuat pemasaran melalui mesin pencari menjadi lebih efisien dengan membantu mengidentifikasi bahasa dan kata yang dipakai oleh komunitas dan pemberi pengaruh utama. Hal ini juga dapat membantu mengerti konten seperti apa yang dapat diterima oleh komunitas dan individu secara spesifik – memungkinkan komunikasi pemasaran yang khusus.

Digital Brand Index merekomendasikan dua index inti dimana para pemasar dapat menggunakannya untuk mengukur dampak strategi aktifitas online mereka:
•    Conversation Index: Rasio percakapan merek secara individual dibandingkan dengan rata-rata percakapan mengenai semua merek secara lokal – mengindikasikan pembagian suara diantara konsumen online
•    Channel Index: Rasio dari jumlah total saluran online dimana komentar mengenai sebuah merek ditemukan, dibandingkan dengan angka rata-rata saluran dengan komentar mengenai semua merek secara lokal. Hal ini mengindikasikan efisiensi dari penargetan dan aktifitas saluran tersebut.

Dengan menghitung rata-rata aktifitas, DBI juga memberikan indikasi pengukuran advokasi dengan mengukur rata-rata komentar dari setiap orang yang berbicara mengenai sebuah merek.

“DBI menunjukkan nama merek yang lebih aktif dibandingkan yang lain, namun kesempatan nyata untuk pemilik merek adalah mengidentifikasi dan melakukan aktifitas di saluran dan suara yang berpengaruh melalui konten social media yang menarik. Hal inilah yang akhirnya akan meningkatkan percakapan dan keuntungan merek mereka,” kata Kelly Choo, Pendiri & Direktur Business Development Brandtology.

Metodologi Survei
DBI dilakukan di 8 negara di Asia Pasifik yakni Australia, China, HongKong, India, Indonesia, Malaysia, Taiwan dan Singapura. Pada survei yang dilakukan per kwartal ini, Digital Brand Index memonitor merek-merek utama untuk kategori-kategori berikut ini : Internet dan Perangkat Lunak, Consumer Electronic, Telepon Genggam dan Telekomunikasi, Bisnis dan Jasa Konsultasi, IT dan Teknologi, dan dianalisis berdasarkan saluran online popular termasuk di dalamnya blog yang berpengaruh, forum dan portal berita. Saluran dipilih dengan mengindentifikasi pembicaraan berdasarkan riset kualitatif dan kuantitatif. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi http://www.edelmanapac.com/index.jsp?series=36.

Tentang IndoPacific Edelman
Dengan 114 pegawai tetap, IndoPacific Edelman adalah firma kehumasan terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di 6 praktik bisnis : Financial & Investor Relations, Healthcare, Corporate, Public Affairs/Government Relations, Technology, dan Brand PR serta bidang-bidang khusus seperti Litigation PR, Political Counsel, Issues and Crisis Management, Shariah Marketing, Research and Training. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi  www.indopacedelman.com

Tentang Edelman
Edelman adalah firma kehumasan independen terkemuka di dunia dengan 3,200 pegawai di 51 kantor di seluruh dunia. Edelman terpilih sebagai “2009 Agency of the Year,” dan “Large Agency of the Year" oleh PRWeek’s “ (untuk ketiga kalinya dalam 4 tahun terakhir) dan “2009 Best Large Agency to Work For” dari Holmes Report  dan masuk kedalam 10 besar firma oleh Advertising Age pada tahun 2007 dan 2008.

Edelman mewakili banyak merek-merek teknologi di seluruh dunia, dan banyak diantaranya masuk kedalam Digital Brand Index. Untuk informasi lebih lanjut tentang Edelman, silakan kunjungi  www.edelman.com.

Tentang Brandtology
Brandtology memberikan layanan brand online intelligence selama terus menerus melalui Command Centers yang dimilikinya. Digawangi oleh tenaga-tenaga berpengalaman, Brandtology memungkinkan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia untuk membuat keputusan strategis yang tepat berdasarkan informasi yang akurat. Digital Conversation Management System (DCMS) yang dimiliki Brandtology menggunakan intelligent opinion mining dan sistem ticket-processing yang membantu perusahaan untuk memonitor diskusi online yang terjadi di blog, forum, micro-blog, portal berita dan sosial media lainnya. Brandtology melayani berbagai industri dan sector umum dimana online intelligence memainkan peran penting. Teknologi Brandtology, ditambah dengan proses yang sudah terbukti dan tenaga-tenaga terlatih, memungkinkan klien meningkatkan brand equity mereka, untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kemampuan kompetisi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi  www.brandtology.com.


Untuk informasi mengenai riset dan hasil Indonesia, hubungi:

Syamsul Arief
Consultant
IndoPacific Edelman
Tel: (62) 21 721 59000
Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it


Ashley Lim
Social Media Consultant
Brandtology
Tel: (65) 6593 9888
Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Digital Brand Index dalam berita